Bacaan surat Al Kahfi ayat 1-10

sumber hddesktopwallpapers.in

Hai sob, ane yakin banyak sudah dari kalian yang cukup familiar dan pernah membaca salah satu surat Al Quran  yang satu ini, apalagi kalian yang pernah atau sedang menyantri, kalian sering mendengar bacaan surat ini di masjid-masjid tiap hari jum’at kan.

Nah, kali ini ane mau ngebahas seluk-beluknya dari mulai cerita dan penyebab turunnya sampai alasan kenapa kita harus menghafalnya, yah tak usah 1 surat penuh, cukup 10 ayat saja, let’s check it out!..

Cerita Turunnya..

sumber unsplash.com

Nah dulu nabi Muhammad sudah tinggal di kota Madinah, dan orang-orang Quraisy Mekkah masih memusuhi beliau dan para muslimin,.

Suatu hari, suku Quraisy mengutus 2 orang dari mereka yang bernama An Nadh bin Al Harts dan Uqbah BIn Abi Muith ke para pendeta yang tinggal di kota Madinah untuk menanyakan tentang kenabian nabi Muhammad dengan menceritakan sifat-sifat dan segala sesuatu yang telah di perbuat oleh beliau.

Orang Quraisy ini menganggap kalau para pendeta ini adalah orang-orang yang ahli dalam memahami kitab suci yang telah lebih dulu di turunkan kepada mereka dan mempunyai ilmu pengetahuan tentang tanda-tanda kenabian yang mana para orang suku Quraisy ini nggak tau.

lalu, 2 orang Quraisy ini pergi ke rumah nabi Muhammad berbekal 3 pertanyaan yang dititipkan sebelumnya oleh para pendeta Yahudi sebelumnya.

Mereka bilang, “kalau muhammad tidak bisa menjawabnya, maka dia hanyalah orang yang mengaku-nagaku sebagai nabi, tapi kalau Muhammad bisa menjawabnya, berarti dia benar-benar seorang nabi.” Dan pertanyaan tersebut terdiri dari:

Pertanyaan tentang para pemuda dari zaman dulu yang bepergian jauh atau musafir, apa yang terjadi terhadap mereka?

pertanyaan tentang pengembara yang sudah bepergian dari timur sampai ke barat dan bagaimana nasibnya?

pertanyaan tentang roh, apa sebenarnya roh itu? Apa definisinya?

setelah bertemu dengan nabi Muhammad dan menanyakan 3 pertanyaan tadi, Rasulullah bersabda: “aku akan menjawab 3 pertanyaan yang tadi kalian tanyakan besok (beliau tidak menyebut kata-kata Insya Allah).” Kemudian utusan Quraisy pun pulang.

Di malam hari, Rasulullah menunggu malaikat Jibril datang membawa wahyu sebagai jawaban atas pertanyaan-pertanyaan orang Quraisy, sampai pagi Jibril belum datang sampai 15 hari lamanya hingga orang-oran Quraisy sudah mulai tidak percaya dengan kenabian nabi Muhammad.

Rasulullah merasa sedih, tidak tahu apa yang harus di sampaikan, karena beliau hanya menyampaikan apa-apa yang di wahyukan Allah.

Di hari ke 16, dalam riwayat cerita yang lain hari ke 40, malaikat Jibril datang membawa surat Al Kahfi yang menjawab semua pertanyaan dari suku Quraisy dan juga teguran kepada Rasulullah yang bersedih atas sikap suku Quraisy yang enggan mendengar nasihat beliau serta menjanjikan sesuatu tanpa mengatakan Insya Allah.

Surat Alkahfi Ayat

1 – 10

sumber iluminasi.com

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Bismillahirrohmanirrohiim

”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Penyayang”


(1). الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَىٰ عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجًا

Alhamdulillahi lladzii anzala alaa abdihil kitaaba walam yaj’al lahuu iwajaa

“Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hambaNya Alkitab (Al Quran) Dia tidak menjadikan  kesalahan didalamnya”


(2). قَيِّمًا لِيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا

Qoyyimal liyundziro ba’san syadiidam milladunhu wayubasyirol mu’miniinal ladziina ya’maluuna sholihaati annalahum ajron hasanaa

“Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik.”

(3). مَاكِثِينَ فِيهِ أَبَدًا

Maakitsiina fiihi abadaa

“Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.”

(4). وَيُنْذِرَ الَّذِينَ قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا

Wayundziro lladziina qooluttakhodzallohu waladaa

“Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata: “Allah mengambil seorang anak”.


(5). مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ وَلَا لِآبَائِهِمْ ۚكَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ ۚإِنْ يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبًا

Maalahum bihiimin ilmiwwalaa liaabaa ihim, kaburot kalimatan takhruju min’afwaahihim inyakuuluuna illaa kadzibaa

“Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.”

(6). فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ عَلَىٰ آثَارِهِمْ إِنْ لَمْ يُؤْمِنُوا بِهَٰذَا الْحَدِيثِ أَسَفًا

Fala’allaka baakhiun nafsaka alaa atsaarihim inlam yu’minuu bihaadzal hadiisi asafaa

“Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al Qur’an).”

(7). إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

Inaa ja’alnaa maa alal ardiziinatal lahaa linabluwahum ayyuhum ahsanu amalaa

“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.”

(8). وَإِنَّا لَجَاعِلُونَ مَا عَلَيْهَا صَعِيدًا جُرُزًا

Wainna lajaa’iluunamaa alaihaa sho’iidan juluzaa

“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus.”

(9). أَمْ حَسِبْتَ أَنَّ أَصْحَابَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيمِ كَانُوا مِنْ آيَاتِنَا عَجَبًا

Amhasibta anna ashaabal kahfi warroqiimi kaanu min aayaatinaa ajabaa

“Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?”

(10). إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

Idz awalfityatu ilal kahfi faqooluu robbanaa aatinaa milladunka rohmata wahayyi’lanaa min amrinaa rosyadaa

“(Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdo`a: “Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”.

Keutamaan Membaca dan Menghafal Surat Al Kahfi 10 Ayat Pertama

sumber http://commanetwork.com

Diselamatkan dari Fitnah Dajjal Laknatullah

Rasulullah bersabda :

فَمَنْ أَدْرَكَهُ مِنْكُمْ، فَلْيَقْرَأْ عَلَيْهِ فَوَاتِحَ سُورَةِ الْكَهْفِ

Siapa diantara kalian yang menjumpainya (Dajjal), maka bacalah dihadapannya pembukaan surat Al-Kahfi… (HR. Muslim).

Dan juga di hadist yang lain Nabi shallallahualaihi wa sallam bersabda :

مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ

Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, niscaya dia akan terlindungi dari fitnah Dajjal. (HR. Muslim).

Dapat Syafaat

Dari Sahabat Abu Umamah al-Bahili radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ

“Bacalah oleh kalian Alqur’an, karena sesungguhnya dia (Alqur’an) akan datang di hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi yang membaca dan menghafalkannya (HR. Muslim 1910).

Dapat Pahala Berlipat

Tiap hurufnya diganjar dengan 1 kebaikan dan dilipatkan menjadi 10 kebaikan.

عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

“Dari Sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan. Aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

Pahala 2 Kali Lipat Bagi Yang Masih Terbata-bata

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الْمَاهِرُ بِالْقُرآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيْهُ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ (رواه البخاري ومسلموأبو داود والترمذي والنسائي وابن ماجه

Dari ‘Istri Rasulullah,Aisyah Rodhiallahuanha berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam bersabda :”orang yang mahir dalam Al-Qur’an akan bersama dengan para malaikat pencatat mulia lagi benar. Dan orang yang terbata-bata membaca Al-Qur’an dan dia bersusah payah (untuk mempelajarinya), maka baginya pahala dua kali.”(HR. Bukhari, Muslim)

Kisah Ashabu Alkahfi

Related image
goa lokasi ashabul kahfi, yordan

Di surat Alkahfi ini, di ceritakan tentang para pemuda penghuni Goa yang tertidur selama 309 tahun! Kok bisa? Begini kisahnya..

Di masanya dulu, ada seorang raja yang terkenal sering berbuat sewenang-wenang dan kejam kepada rakyatnya. Dia membuat peraturan agar seluruh rakyat menyembahnya, yang enggan akan di siksa lalu di bunuh.

Karena takut, rakyat pun menyembahnya. Nah ada beberapa pemuda yang beriman kepada Allah enggan untuk menyembah raja dan menyembunyikan keimanan mereka kepada Allah dan beribadah semata hanya kepadaNya.

Sampai suatu hari, keimanan para pemuda ini terbongkar oleh mata-mata raja dan melaporkannya kepada raja. Raja yang marah langsung memerintahkan tentaranya untuk menangkap para pemuda ini.

Mendengar kalau raja sedang memburunya dan akan menangkapnya, para Ashabul Kahfi berkumpul dan memutuskan untuk bersembunyi di dalam Goa menghindari dari kedholiman raja dan tentaranya.

Di temani seekor anjing (yang konon satu-satunya anjing yang masuk surga) sebagai penunjuk jalan, mereka pergi dan menemukan sebuah Goa lalu tertidur karena kelelahan.

Dengan izin Allah, prajurit raja tidak menemukan mereka. Hari berganti hari, bulan demi bulan, dan tahun-tahun berlalu, zaman juga berganti, para Ashabul Kahfi masih tertidur.

309 tahun berlalu, para pemuda penghuni Goa ini mulai terbangun, mereka merasa kalau telah tidur seharian. Merasa lapar, salah satu di minta pergi ke pasar membeli makanan, dengan hati-hati dia menelusuri jalan-jalan kota takut akan tentara raja yang memburunya.

Di pasar, ia menemui penjual makanan, membeli makanan lalu membayarnya. Pedagang ini heran dengan uang yang di bayar oleh sang pemuda penghuni Goa. “Uang apa yang kamu bayar ini? Uang ini hanya berlaku 309 tahun yang lalu! Sekarang kerajaan di pimpin oleh orang yang beriman kepada Allah.”

Sepulangnya dari pasar, si pemuda ini mengabari kawan-kawannya akan pernyataan pedagang dan keadaan di luar sekarang yang sudah sangat berbeda. Tersadar akan tidur mereka sangat lama yang merupakan kuasa Allah, mereka lantas bertahlil dan bertakbir serta bersyukur atas nikmat yang Allah berikan.

Sekian, di sini saya masih belajar, jika ada salahnya, mohon di koreksikan ke saya. Terimakasih…

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *