Daftar Tumbuhan Yang Dilindungi

Assalamualaikum..

Tak hanya hewan yang bisa menjadi langka, tumbuhan pun demikian, banyak sudah tumbuhan dan pepohonan yang sudah punah seperti pohon Mangga Kasturi, tumbuhan Alula, dan masih banyak lainnya yang disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari bencana alam, periode hidup yang singkat, sampai dengan penebangan liar oleh manusia.

Nah berikut ini kita akan mengulas tumbuhan yang dilindungi dan harus dijaga kelestariannya, khususnya yang berada di wilayah Indonesia.

Cendana

cendana pohon yang dilindungi
Gambar oleh Hans Braxmeier dari Pixabay

 

Pohon cendana (Santalum album L.) yang dikenal dengan bau harumnya yang wangi menjadi daya tarik bangsa eropa bahkan seluruh dunia untuk mendapatkannya. Dulunya, pohon ini  tersebar  di Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama di Pulau Sumba, karenanya diyakini pohon ini berasal dari Pulau Sumba.  

Pohon cendana sebenarnya hanyalah tumbuhan parasit, karena perakarannya tidak sanggup mendukung kehidupannya sehingga pohon cendana memerlukan pohon inang (contohnya : Akasia, Albasia, Dalbergia, Inga, Pongamia dan Alang-alang) untuk mendukung proses pertumbuhannya.

Pohon ini dikenal karena mengandung minyak atsiri. Minyak atsiri adalah bagian yang paling bernilai dari pohon cendana. Bagian kayu dari akar cendana adalah yang paling berpotensi sebagai sumber minyak atsiri dengan kandungan 10%.

Bagian yang mengandung minyak atsiri sebesar 4-8 % ada di bagian kayunya. Sedangkan rantingnya menyimpan minyak atsiri sebesar 2-4 % .Minyak atsiri yang diperoleh dari kayu bagian terluar memiliki kandungan komponen santanol, santalil, asetat sebanyak 3 %, dan hidrokarbon 5 % .

Pohon cendana memiliki ciri-ciri fisik antara lain:

Pohon cendana dengan ciri batang yang bulat dan kulit warna kecoklatan dengan ukuran diameter maksimal 25-30 cm, tinggi maksimal 11-15 meter.

Daun berbentuk elips dengan dua ujungnya lancip

Bunganya warna merah, memiliki kelopak bunga berjumlah 4 sampai 5 buah

Memiliki buah yang berwarna hitam keunguan dan berbentuk bulat

Pohon cendana dibedakan menjadi dua jenis diantaranya:

Cendana putih

cendana putih yang dilindungi
Gambar oleh Hans Braxmeier dari Pixabay

 

Cendana jenis ini adalah cendana yang menjadi incaran banyak orang. Dengan bau harum yang dikeluarkannya  memikat siapapun untuk mengambil dan memetiknya, cendana jenis inilah yang dapat kita temukan di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Cendana merah

cendana merah yang dilindungi
https://www.gardeningknowhow.com/ornamental/trees/sandalwood/sandalwood-in-gardens.htm

 

Cendana merah tidak begitu menarik perhatian masyarakat karena bau harumnya yang tidak seharum cendana putih, harganya pun tidak semahal cendana putih. Cendana merah tumbuh di wilayah India dan Funan.

Karena berbagai manfaat dari tumbuhan cendana tersebut, tidak salah jika pohon ini sangat terkenal di dunia dan Indonesia. Sayangnya, pohon cendana bukanlah tumbuhan yang mudah untuk dibudidayakan, sehingga kini sudah berstatus sebagai tumbuhan yang terancam punah.

Pohon Damar

pohon damar yang dilindungi
getah damar. Gambar oleh Hans Braxmeier dari Pixabay

 

Pohon Damar, atau dengan nama lain Dammar Raja, adalah salah satu pohon asli Indonesia dan penghasil utama getah damar. Getah damar ini berguna sebagai bahan baku berbagai industri dengan cara diolah menjadi ‘kopal’. Kopal merupakan salah satu bahan dasar cairan pelapis kertas dan juga lak atau vernis

Pohon damar (Agathis dammara) merupakan tanaman asli Maluku, Sulawesi, dan kepulauan Filipina. Tetapi kini, tanaman ini sudah dibudidayakan di berbagai tempat lain termasuk juga di pulau Jawa.

Pohon damar di habitat aslinya telah mengalami populasi hingga 30% dalam 75 tahun terakhir. Oleh karenanya Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN Redlist) memasukkannya dalam spesies Vulnerable (Rentan).

Pohon damar di beberapa daerah disebut sebagai kaláne, kèssi, oeneëla (Muluku); dammar lulu atau dammar malolo (Sulawesi). Selain dinamai damar, di Indonesia sering disebut juga sebagai damar raja. Dalam bahasa Inggris tanaman ini dikenal dengan nama amboina pitch tree atau celebes kauri.

pohon damar yang dilindungi
batang pohon dan getah damar. sumber : https://deskgram.net/explore/tags/PohonDamar

Ciri dan Karakteristik Agathis dammara :

Pohon damar dapat mencapai ukuran yang besar dengan ukuran  dan tinggi bisa mencapai 65 meter. Dengan batang lingkar berdiameter mencapai 1,5 meter. Kulit batang  berwarna abu-abu muda hingga coklat kemerahan. Bagian kulit banyak yang terkelupas dalam keping-keping yang tidak beraturan dan biasanya bopeng karena resin.

Daun berbentuk jorong (bulat memanjang) dengan panjang 6 – 8 cm dan lebar 2 – 3 cm. Bagian pangkal daun membaji sedangkan ujungnya meruncing.  Pangkal daun sejajar dan banyak. Bunga jantan dan betina berada pada tandan yang berbeda, pada satu pohon yang sama (berumah satu).

Pohon Ulin

pohon ulin yang dilindungi
pohon ulin. sumber : https://www.kanalkalimantan.com/perlunya-perlindungan-sumber-daya-genetik-lokal-kalsel-untuk-jaga-dari-kepunahan/pohon-ulin/

 

Pohon ulin (Eusideroxylon zwageri Teijsm & Binn) atau banyak orang menyebutnya sebagai pohon bulian atau kayu besi yang merupakan tumbuhan khas Kalimantan. Pohon ini dikenal  dengan kualitas kayu yang sangat kuat sehingga banyak digunakan untuk konstruksi bangunan seperti rumah, jembatan, kapal laut, juga banyak dipakai sebagai bahan kerajinan tangan dan perhiasan.

Kayu ulin termasuk dari jenis pohon besar yang tingginya bisa mencapai 50 meter dan memiliki diameter mencapai 120cm. Karena ketahanan kayunya terhadap perubahan suhu, kelembaban dan pengaruh air laut, kayu ulin dan juga sangat berat dan keras. Kayu ini sering disebut sebagai kayu besi.

Tidak heran kalau kayu ulin diburu oleh banyak orang. Selain itu, harga jual kayu ini juga cukup tinggi.

Manfaat Pohon Ulin

penggunaan kayu ulin
contoh rumah kayu salah satunya terbuat dari kayu ulin. sumber : https://www.pewartanusantara.com/rumah-adat-kalimantan-selatan-2/

 

Kayu ulin memiliki tingkat kekuatan dan keawetannya tinggi ini membuat kayu ini tahan lama dan sangat cocok digunakan sebagai bahan bangunan seperti bahan konstruksi berat, jembatan, pondasi rumah, dan lantai.

Kayu ulin yang dipakai sebagai bahan bangunan biasanya dimanfaatkan sebagai tiang penyangga rumah, yang dibangun di atas daerah berawa seperti di Pulau Kalimantan. Selain itu, kayu ulin dipakai juga sebagai bantalan rel kereta api, tiang listrik dan kapal.

Manfaat lainnya kayu ulin yaitu sebagai bahan baku furniture rumah seperti meja, almari, kursi dan lainnya. Tunggak pohon ulin juga sangat cocok digunakan sebagai bahan kerajinan ukir yang memiliki harga sangat tinggi.

Di daerah Banjarmasin, Kalimantan Selatan, fosil kayu ulin yang membatu juga banyak dimanfaatkan sebagai perhiasan dan dijadikan batu cincin. Menurut para pengrajin, fosil kayu ulin lebih ringan dan tekstur serta guratan kayu ulin lebih eksotis dibanding dengan batu permata, sehingga sangat cocok dipakai sebagai perhiasan atau aksesoris lainnya.

Buah dan Biji Ulin Serta Manfaatnya

biji pohon ulin
salah satu contoh penggunaan minyak biji ulin sebagai minyak anti ketombe.

 

Tak hanya kayunya yang bermanfaat dari segi ekonomi dan ekologi, Biji buah pohon ulin memiliki khasiat untuk pengobatan. Biji yang telah dihaluskan dapat bermanfaat sebagai obat bengkak, dan juga untuk menghitamkan rambut, seperti semir.

Selain dari biji, buah pohon ulin pun dapat dimanfaatkan sebagai minyak dengan cara dikeringkan terlebih dahulu, lalu di campurkan dengan minyak kelapa. Produk olahan buah berupa minyak kayu ini banyak dipasarkan di pasar–pasar tradisional di Kalimantan, sebagai produk yang berkhasiat untuk menghitamkan rambut serta mencegah tumbuhnya uban.

Pohon Tengkawang

pohon tengkawang
pohon tengkawang. sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Tengkawang_070312_0055_utk.jpg

 

Tengkawang (Shorea) merupakan tumbuhan khas Kalimantan yang banyak dimanfaatkan minyaknya. Pohon ini memiliki berbagai macam jenis yang mana 13 diantaranya saat ini sudah dilindungi pemerintah karena terancam kepunahan.

Pohon Tengkawang dikelompokkan termasuk dalam golongan kayu kelas tiga (umumnya digolongkan sebagai Meranti Merah) yang memiliki ciri-ciri khas yaitu :

Pohon yang tinggi besar, mempunyai banyak cabang dan berdaun rimbun. Uniknya, tidak seperti tanaman buah lain yang berbuah tiap tahun 1 atau 2 kali, pohon ini hanya berbuah sekali dalam periode antara 3-7 tahun yang terjadi tiap bulan Juni – Agustus.

Manfaat Buah dan Biji Tengkawang

biji pohon tengkawang
biji tengkawang : https://www.mongabay.co.id/2016/06/17/tengkawang-tanaman-maskot-kalimantan-barat-dengan-aneka-manfaat/

 

Biji-biji tengkawang bisa menghasilkan minyak lemak yang berharga tinggi, dengan cara dijemur sampai kering dan ditumbuk lalu diperas sampai keluar minyaknya. Biji tengkawang juga merupakan makanan bergizi bagi hewan liar pemakan biji-bijian.

Minyak tengkawang bisa juga digunakan sebagai penyedap masakan dan bahan obat-obatan tradisional. Dalam industri modern, minyak dengan julukan green butter ini juga sering dijadikan sebagai bahan pembuatan kosmetika, lilin, sabun, dan lainnya.

Akhir-akhir ini pohon Tengkawang semakin langka karena banyak yang ditebang untuk dipergunakan sebagai bahan bangunan. Juga, kayu pohon ini banyak yang dijual dengan harga antara Rp. 300.000 hingga Rp. 600.000 per meter kubik. Mungkin karena periode berbuahnya yang lama, antara 3-7 tahun sekali, meskipun minyak Tengkawang yang dihasilkan dari flora maskot Kalimantan Barat ini mempunyai nilai jual yang tinggi.

 

Sekian, terimakasih telah membaca sampai akhir.

Wassalamualaikum..

Referensi: https://bacaterus.com/tumbuhan-langka-di-indonesia/

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *