Jenis dan Macam Pupuk

Assalamualaikum…

Apa kabar sekalian? Bagi para petani sawah dan perkebunan ataupun para Mahasiswa jurusan Pertanian dan Perkebunan pasti sudah tidak asing lagi dengan segala macam penyubur tanah yang satu ini, mulai dari pupuk organik sampai pupuk anorganik.

Nah, kali ini saya akan membahas lebih lengkap keseluruhan jenis, macam, manfaat dari tiap jenisnya. Langsung saja kita masuk ke pembahasan

Pertama, secara garis besar, Pupuk dibagi menjadi 2 macam:

A. Pupuk Organik

pupuk organik padat
www.dekoruma.com

Pupuk organik adalah pupuk yang terbuat secara alami/dibuat menggunakan bahan-bahan alami yang tersedia di alam termasuk semua sisa bahan tanaman, pupuk hijau, dan kotoran hewan yang mempunyai kandungan unsure hara rendah.

Pupuk organik tersedia setelah zat tersebut mengalami proses pembusukan oleh mikroorganisme.

Nah jika dilihat dari jenisnya, maka Pupuk Organik dibagi menjadi 2, yaitu Pupuk Organik Padat (POP), dan Pupuk Organik Cair (POC).

Pupuk Organik Padat (POP)

Dilihat dari cara pembuatan serta bahan yang digunakan terbagi menjadi beberapa jenis, berikut ulasannya :

Kompos

salah satu jenis pupuk kompos
Image by Couleur from Pixabay

Pupuk ini terbuat dari sisa-sisa tanaman yang dibusukkan, kompos berguna dengan baik terhadap tanah karena mengandung unsur hara yang dapat memperbaiki struktur tanah.

Pupuk Hijau

salah satu jenis pupuk hijau
Image by Sabine van Erp from Pixabay

Bagian tumbuhan hijau yang mati dan tertimbun di dalam tanah merupakan bagian dan termasuk dalam pupuk hijau.

Pupuk jenis ini memiliki perimbangan C/N yang rendah, sehingga dapat terurai dengan mudah dan cepat di alam lalu tersedia bagi tanaman yang merupakan sumber nitrogen yang baik bagi tanah di daerah tropis dan sebagai penambah unsur mikro serta perbaikan struktur tanah.

Pupuk Kandang

salah satu jenis pupuk kandang
Image by Wolfgang Ehrecke from Pixabay

Sesuai namanya, pupuk kandang merupakan pupuk yang berasal dari kotoran hewan yang memiliki kandungan hara rata-rata sekitar 55% N, 25% P2O5, dan 5% K2O (tergantung dari jenis hewan dan bahan makanannya).

Makin lama pupuk kandang mengalami proses pembusukan, makin rendah perimbangan C/N-nya.

Humus

jenis humus
Image by pisauikan from Pixabay

humus merupakan kumpulan material organik yang terdiri dari proses pelapukan dedaunan, kayu dan ranting tanaman yang kemudian membusuk dan berubah menjadi humus yang menyatu dengan tanah.

Humus berfungsi sebagai sumber makanan tumbuhan di kemudian hari dan juga menjaga struktur tanah

Pupuk Organik Cair

http://pupukorganikcairpoc.blogspot.com
salah satu produk POC yang tersebar di pasaran

Seperti halnya Pupuk Organik Padat, pupuk ini juga terbuat dari bahan alami yang membedakan hanyalah bentuk akhirnya saja, berikut ini beberapa cara pembuatan POC :

  1. POC dari Air Cucian Beras dan Sampah Organik

Bahan-bahan dan perlengkapan :
a). Sampah organik basah, dirajang halus masukkan kedalam karung ukuran 25 kg dan padatkan
b). Cairan molase (tetes tebu/larutan gula) 500 ml
c). Air leri (air cucian beras pertama) 1 liter
d). Air kelapa yang sudah tua 1 liter
e). Air bersih 1 liter
f). Ember bertutup ukuran 20 liter, karung ukuran 25 kg

Cara pembuatan :
– Sampah organik yang sudah dirajang kecil-kecil dimasukkan ke dalam karung dan dipadatkan, kemudian diikat
– Siapkan ember dan masukkan bahan b, c, d, dan e sambil diaduk rata
– Masukkan karung berisi bahan organik kedalam larutan sampai terendam, usahakan karung tidak mengapung
– Tutup ember rapat-rapat, simpan di tempat teduh selama 7-10 hari
– Setelah fermentasi selesai, ambil airnya dan POC sudah jadi. Ampasnya bisa digunakan sebagai pupuk padat
– Fermentasi berhasil jika diatas permukaan air terdapat bercak-bercak putih

  1. POC menggunakan EM4 (200L)

bahan dan perlengkapan :
a). EM4 1 liter
b). Molase (tetes tebu/cairan gula) 1 liter
c). Kotoran ayam/kambing
d). Dedak
e). Air bersih secukupnya
f). Drum/ember ukuran 200 liter

Cara pembuatan :
– Isi drum dengan air setenghanya
– Larutkan molase 250 ml dengan 1 liter air bersih
– Masukkan larutan molase dan EM4 ke dalam drum sambil diaduk rata
– Masukkan pupuk kandang dan aduk perlahan
– Tambahkan air sampai penuh kemudian drum ditutup rapat
– Lakukan pengadukan setiap pagi, setelah 4-5 hari pupuk siap digunakan
– Ampasnya bisa digunakan sebagai pupuk padat

  1. POC yang mengandung Unsur Nitrogen (N)

Bahan dan peralatan ;
a). Daun salam 1 kg, daun wedusan/babadotan 1 kg
b). Air kelapa 1 liter, bintil akar kacang tanah 1 kg
c). EM4 100 ml, gula pasir 10 sendok makan
d). Ember

Cara pembuatan ;
– Bahan a ditumbuk hingga halus
– Masukkan air kelapa, EM4 dan gula pasir ke dalam ember sambil diaduk sampai rata
– Masukkan bahan kedalam ember, simpan selama 3 minggu
– Cairan disaring dan siap untuk digunakan

  1. POC yang mengandung unsur Phospor (P)

Bahan dan Peralatan :

  1. Batang pisang 1 kg
  2. Molases 1 kg
  3. Tempaian

Cara pembuatan :

  • Batang pisang diiris tipis-tipis, lalu dicelupkan kedalam molase
  • Tata irisan batang pisang pada tempaian, siramkan sisa molase tadi ke lapisan batang pisang
  • Simpan di wadah/tempat yang tertutup rapat dan teduh selama 2 minggu
  • Batang pisang diperas dan airnya dipakai sebagai POC
  1. POC yang mengandung Kalium (K)

Bahan dan peralatan :

  1. Sabut kelapa 5 kg
  2. Air sumur 100 liter (jangan menggunakan air PDAM karena mengandung kaporit)
  3. Drum/ember dengan kapasitas 100 liter

Cara pembuatan :

  • Sabut kelapa dicacah/dipotong kecil-kecil
  • Masukkan kedalam drum danisi dengan air sampai penuh
  • Drum ditutup rapat dan disimpan di tempat teduh selama 2 minggu
  • Air disaring dan POC siap digunakan.

Dan masih banyak cara pembuatan POC yang akan saya bahas di lain artikel..

B. Pupuk Anorganik/Kimia

salah satu pemakaian pupuk kimia
Image by PublicDomainPictures from Pixabay

Pupuk anorganik/kimia seperti namanya, pupuk ini merupakan pupuk yang dibuat secara kimia atau juga sering disebut dengan pupuk buatan. Pupuk kimia bisa dibedakan menjadi pupuk kimia tunggal dan pupuk kimia majemuk.

Pupuk kimia tunggal hanya memiliki satu macam hara, sedangkan pupuk kimia majemuk memiliki kandungan hara lengkap.

Berikut macam pupuk kimia yang sering digunakan oleh para petani di Indonesia :

  1. Pupuk Urea (Amonium Carbamide)

pupuk urea
www.chemistryworld.com

Pupuk yang berbentuk kristal dengan warna yang beragam memiliki rumus CO(NH2)2, merupakan pupuk yang dibuat dari perpaduan antara gas asam arang (CO2) dengan gas amoniak (NH3). Pupuk ini mengandung 46% Nitrogen (N), jadi setiap 100 kg pupuk urea mengandung 46 kg Nitrogen.

Sifat-sifat pupuk urea :

  • Reaksi asam yang sedikit
  • Mudah dibilas dan dicuci dengan air dan juga mudah terbakar
  • Bersifat higroskopis, sehingga mudah terlarut air dan diserap tanaman
  1. Dolomite (Kapur Karbonat)

Dengan rumus (CaMg(CO3)2) dikenal juga dengan kapur pertanian yang berfungsi sebagai penyedia unsur hara makro sekunder Ca dan Mg, yang dimana dolomitnya mengandung 45,6% MgCO3 dan 54,3% CaCO3 atau 21,9 MgO dan 30,4% CaO.

Memiliki bentuk fisik dari butiran kasar sampai dengan bubuk dan berwarna putih keabu-abuan.

Sifat-sifat :

  • Bersifat higroskopik sehingga mudah terserap oleh air dan di hancurkan.
  • Memiliki reaksi kimia basa (menaikkan pH tanah)
  • Semakin halus bentuknya maka semakin bagus kualitasnya
  1. NPK PHONSKA (Nitrogen Phospate Kalium)

Memiliki bentuk butiran merah muda dengan kadar air 2%, NPK berfungsi sebagai pupuk majemuk yang mengandung 15%Nitrogen (N), 15% Fosfat (P2O5), dan 15% kalium (K2O) serta 10% Sulfur (S).

Sifat-sifat :

  • Mudah menyerap air dan uap air sehingga mudah diserap oleh tanaman
  • Memiliki reaksi kimia netral, jadi bisa dipakai di berbagai jenis tanah
  • Dipakai sebagai pupuk dasar/pupuk susulan

Nah dari beberapa jenis pupuk di atas mana yang sering anda pakai dalam proses pemupukan? Ada baiknya kita menghindari penggunaan pupuk kimia secara berlebihan, karena akan berdampak buruk bagi tanah untuk kedepannya..

Baca Juga :

  1. Seluk Beluk Pupuk Organik
  2. Cara Membuat Pupuk Kompos Sendiri

Sekian, terimakasih telah membaca sampai akhir.

Wassalamualaikum…

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *