Kisah TKI muda di Arab part 5

Akhirnya Kerja

berangkat kerja photo by TH with LG G4
operator forklift 15 ton by TH with LG G4 stylus

Agustus, menjelang lebaran Ied Adha, nama ku dan beberapa teman lainnya tertampang di papan pengumuman “NAMA-NAMA YANG TERTULIS BESOK DATANG KE TEMPAT KERJA”!

Yap, ini bulan ke 7 aku menganggur tapi di gaji. Melihat pengumuman itu kok rasanya berat ya, (sudah terbiasa dapet enaknya) hehe.

Seragam dan sepatu sudah di bagi, gaji lancar, ID dan kartu izin masuk sudah jadi, kurang apa? Dasar pemalas,hehe

Hari pertama kerja aku di tempatkan di bagian kedatangan/Import. Dan aku bekerja sebagai pengangkut barang dari pesawat ke truk pengangkut alias ‘kuli’. What? Ini tidak sesuai perjanjian kerja. Aku mendaftar kerja di sana sebagai operator forklift, bukan tukang angkut-angkut barang atau bahasa kerennya labour.

Dan lagi, barang yang di angkut termasuk sangat berat-berat. Pulang kerja di hari pertama, badan ku terasa pegal sampai 1 minggu baru hilang.

Kutanya ke manajer, ”kenapa kami (hampir semua operator juga bernasib sama) tidak dapat bagian kerja sesuai dengan job seharusnya?”

“Begini, surat izin operator dari perusahaan belum keluar, dan juga harus buat SIM mobil dulu di sini” jawabannya membuat ku berkata “Astaghfirullah” apa yang dilakukan perusahaan selama 7 bulan??

Buat SIM

Related image
sumber bagiin.com

Proses pembuatan SIM di Indonesia dan di Arab sedikit berbeda dari segi pembagian jenis kartu SIM yang dipilih, jika di Indonesia ada SIM A, B1,B2,C,dan D, dan ada juga jenis SIM umum yang berarti ;

SIM A

Berlaku untuk mengemudikan kendaraan mobil penumpang dan barang personal dengan batas berat maksimal 3.500 kg.

Syarat usia : minimal 17 tahun.

SIM B1

Berlaku untuk mengemudikan kendaraan mobil penumpang dan barang personal dengan jumlah berat boleh lebih dari 3.500 kg.

Syarat usia : minimal 20 tahun.

SIM B2

Berlaku untuk mengemudikan kendaraan alat berat atau kendaraan dengan gandengan personal dengan berat untuk kereta gandengan boleh lebih dari 1.000 kg.

Syarat usia : minimal 21 tahun.

SIM C

Surat izin mengemudi ini berlaku untuk mengemudikan sepeda motor.

Syarat usia : minimal 17 tahun.

SIM D

Surat izin mengemudi ini berlaku untuk mengemudikan kendaraan khusus bagi penyandang cacat.

Syarat usia : minimal 17 tahun.

Dan juga ada SIM jenis umum yang hanya ada di jenis SIM A dan SIM B.

SIM A Umum

Berlaku berlaku untuk mengemudikan kendaraan mobil penumpang dan barang umum dengan jumlah berat yang di perbolehkan maksimal 3.500 kg.

Syarat usia : minimal 20 tahun.

SIM B1 Umum

Berlaku untuk mengendarai kendaraan mobil penumpang dan barang umum dengan jumlah berat yang boleh melebihi 3.500 kg.

Syarat usia : minimal 22 tahun.

SIM B2 Umum

Berlaku untuk mengendarai kendaraan alat berat, kendaraan penarik, atau gandengan umum dengan berat yang diperbolehkan untuk gandengan boleh lebih dari 1.000 kg.

Syarat usia : minimal 23 tahun.

Sedangkan di Arab Saudi ada beberapa jenis yaitu :

Private driving license

Berlaku untuk mengendarai kendaraan pribadi dengan berat kotor di bawah 3.500 kg.

General driving license

Berlaku untuk mengendarai kendaraan khusus sesuai jenis dan katagori kendaraan tersebut.

Public Work Vehicle Driving License

Berlaku untuk mengendarai kendaraan alat pekerja

Motorcycle Driving License

Berlaku untuk mengendarai kendaraan motor, dan motor di sini yang aku jumpai adalah motor-motor besar semacam Harley Davidson,

Temporary Driving Permit

Seperti namanya, surat izin ini berlaku sementara dengan banyak ketentuan-ketentuan khusus.

Dari sekian banyak jenis tadi, semua di bagi menjadi 2 jenis, yaitu Automatic Driving License dan Manual Driving License. Jika mem

punyai License/SIM  yang Manual, maka boleh mengendarai kendaraan jenis Automatic, sebaliknya, kalau memiliki License/SIM Automatic, tidak diperbolehkan mengendarai kendaraan jenis Manual.

Dengan saran dari perusahaan, aku membuat SIM jenis Automatic Karena itu yang paling murah biaya pembuatannya. Sebenarnya SIM ini hanya sebagai syarat pembuatan Surat izin kendaraan dalam bandara. Dan sebenarnya juga aku sudah punya SIM indonesia jenis SIM B2 yang menurut prosedur yang aku baca, aku seharusnya tidak usah membuat SIM lagi di Arab, tapi hanya tinggal menerjemahkan SIM B2 tadi ke bahasa arab.

Tapi ya entahlah..

Goodbye Jeddah

Related image
bus saptco by landrsimulation.com

5 bulan aku kerja di Jeddah, ya masih seperti pertama aku kerja, tetap sebagai pekerja tukang angkut dikarenakan License ku belum jadi.

Pulangnya aku dari kerjaan, di apartemen tempat tinggal sedang ramai para pekerja mengerubuti papan pengumuman, ku tanya ke temanku yang berkebangsaan Filipina.

“What’s happened?” (Ada apa to?) tanyaku.

“Look! There your name!” (Lihat! Tuh namamu!) Tunjuknya yang membuatku makin penasaran ingin melihat kertas pengumuman secara langsung.

Ternyata di sana terpampang daftar nama-nama orang yang yang di pindah lokasi kerjanya di beberapa bandara di wilayah provinsi selain Jeddah.

Dammam…

namaku tak muncul di daftar nama.

Madinah…

Nama ku juga tak ada di sana.

Riyadh, ibukota..

Bang, namaku muncul bersama 8 orang lainnya,

2 orang berasal dari Indonesia, 3 orang asal India, dan 4 orang berkebangsaan Filipina.

Tak tanggung-tanggung, jadwal keberangkatannya adalah esok hari!

Semalaman aku sibuk mengemasi barang-barang yang akan kubawa, aku dan teman-teman hanya di beri tiket bus untuk keberangkatan menuju Riyadh.

Ibukota, Riyadh

Image result for riyadh
reddit.com

Sesampainya di apartemen di Riyadh, aku bertemu banyak pekerja dari perusahaan yang sama dan berasal dari Indonesia, aku senang. Kupikir aku bakal hanya berdua yang berasal dari Indonesia.

Mungkin menganggur sudah menjadi adat bagi orang yang baru datang. Terbukti, dari waktu sampainya aku di Riyadh, aku kembali menganggur selama 2 bulan! Yang Alhamdulillah nya, masih di gaji tanpa kerja. Hehe..

Yang setelah dua bulan aku mulai bekerja kembali, kini posisiku universal, bisa sebagai pekerja angkut atau juga sebagai operator firklift.

Setelah berjalan setengah tahun, kini aku pindah posisi sebagai pendataan koran dan juga barang-barang ekspor, kerjaku sekarang jauh lebih baik dari dulu yang tiap hari berkeringat mengangkat barang-barang seberat 10-100 kg lebih, sekarang hanya duduk, menulis dan mengawasi barang. Plus dapat uang tip walau jarang hehe..

bandara kerjaku di riyadh by TH with LG G4

Sindikat Pencurian

Sore hari seperti biasa, waktu itu aku masuk kerja shif malam, aku sedang bekerja tiba-tiba datang beberapa orang berseragam tentara dan beberapa orang yang kupikir petinggi perusahaan.

Aku masih ingat ketika Operation Manager menghimbau ke seluruh pekerja.

Kullu nafar, ruh outside!” (Semua orang, pergi ke bagian luar area kerja)

Sesampainya di luar, kami semua di suruh berbaris dan ada 1 mobil polisi dengan kaca yang sangat gelap. Kami satu persatu di suruh maju dan berdiri di depan mobil selama beberapa saat lalu di suruh kembali.

Selesainya dari sana, setelah bertanya-tanya, ternyata di dalam mobil tadi ada sindikat pencuri yang tertangkap dan di suruh untuk menunjuk orang yang terkait dalam pencurian tersebut. Dan kasusnya adalah pencurian emas batangan seberat 10 kg. Setelah beberapa hari kasuspun terungkap dan entah apa yang terjadi kepada si pencuri.

Pulang..

3 tahun sudah aku bekerja di perusahaan ini, aku memutuskan untuk menyudahi kerja dan mengajukan resign. Aku tak ingin berlama-lama bekerja  seperti kebanyakan dari teman-teman seangkatan yang pernah bekerja di luar negeri 5 tahun, 7 tahun, bahkan kenalanku orang berkebangsaan Sudan, sudah bekerja di Arab sampai 30 tahun!.

Aku ingin secepat dan semuda mungkin mempunyai usaha sendiri tanpa bekerja di bawah perintah dan instruksi dari orang lain.

Februari 2019, dengan pesawat Emirates, aku akhirnya kembali ke tanah air yang tercinta dengan membawa banyak cerita dan kenangan dan juga pengalaman tentunya..

Terima kasih telah membaca sampai akhir kisahku selama merantau di Arab Saudi. Tentunya masih banyak cerita lain yang belum sempat aku tulis di sini, seperti pengajian-pengajian TKI di Arab Saudi, para pelajar dari Indonesia yang menuntut ilmu di universitas Islam Madinah, dan masih banyak cerita lainnya yang insyaAllah akan kutulis di part-part selanjutnya di kemudian waktu.

Akhir kata, “Wassalamualaikum”……

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *