Penjelasan Tentang EM4

Apa itu EM4?

EM4 adalah cairan kuning kecoklatan yang penuh berisi beberapa jenis mikroOrganisme (Mikroba) yang menguntungkan bagi proses penyerapan dan persediaan unsur hara dalam tanah, cairan ini berbau asam manis.

Jenis Mikroba yang terkandung dalam EM4 yaitu,

  1. Bakteri Fotosintetik
  2. Streptomycetes sp
  3. Lactobacillus sp
  4. Actinomycetes
  5. Jamur Peragian (Yeast)

1. Bakteri Fotosintetik

thoughtco.com

Bakteri ini memiliki kegunaan dapat mensintesis senyawa nitrogen, gula, dan substansi bioaktif lainnya.  Hasil metabolis yang diproduksi dapat diserap secara langsung oleh tanaman dan tersedia sebagai substrat untuk perkembangbiakan mikroorganisme yang menguntungkan.

2. Streptomycetes sp

Bakteri ini dapat mengeluarkan enzim streptomisin yang bersifat racun terhadap hama dan penyakit yang merugikan tanaman maupun hewan.

3. Lactobacillus sp

Lactobacillus memproduksi asam laktat sebagai hasil penguraian gula dan karbohidrat lain yang bekerjasama dengan bakteri fotosintesis dan ragi.

Asam laktat ini merupakan bahan sterilisasi yang kuat yang dapat menekan mikroorganisme berbahaya dan dapat menguraikan bahan organik dengan cepat.

4. Actinomycetes

Actinomycetes adalah organisme peralihan antara bakteri dan jamur yang mengambil asam amino dan zat serupa yang diproduksi bakteri fotosintesis dan merubahnya menjadi antibiotik.

Yang kemudian mengendalikan patogen, menekan jamur dan bakteri berbahaya dengan cara menghancurkan kitin yaitu zat esensial untuk pertumbuhannya. Actinomycetes juga dapat menciptakan kondisi yang baik bagi perkembangan mikroorganisme lain.

5. Jamur Peragian (Yeast)

Kegunaannya adalah memproduksi substansi yang berguna bagi tanaman dengan cara fermentasi.

Substansi bioaktif yang dihasilkan oleh ragi  berguna untuk pertumbuhan sel dan pembelahan akar.  Ragi ini juga berperan dalam perkembangan atau pembelahan mikroorganisme menguntungkan lain seperti Actinomycetes dan bakteri asam laktat.

Pengertian EM4

Agrifo.net

Sebetulnya EM4 merupakan salah satu jenis dari EM (Effective MicroOrganisme).
EM sendiri adalah campuran dari mikroorganisme bermanfaat yang terdiri dari lima kelompok, 10 Genius, 80 Spesies dan setelah di lahan menjadi 125 Spesies. EM berupa larutan coklat dengan pH 3,5-4,0 tersusun dari MikroOrganisme (Mikroba) Aerob maupun Anaerob.


Kandungan EM terdiri dari bakteri fotosintetik, bakteri asam laktat, actinomycetes, ragi dan jamur fermentasi.

Fungsi EM4

  • Mengaktifkan bakteri pelarut
  • Meningkatkan kandungan humus tanah lactobacillus sehingga mampu memfermentasikan bahan organik menjadi asam amino.
  • Meningkatkan jumlah klorofil pada daun (jika disemprotkan ke daun tanaman)
  • Meningkatkan fotosintesis dan mempercepat kematangan buah
  • Mengikat nitrogen dari udara, menghasilkan senyawa yang berfungsi sebagai antioksidan
  • Menggemburkan tanah
  • Meningkatkan cita rasa produksi pangan
  • Memperpanjang daya simpan produksi pertanian
  • Meningkatkan kualitas daging dan air dan banyak lainnya.

Jenis-jenis EM

  1. EM1 yang berupa media padat berbentuk butiran yang mengandung 90% actinomycetes. Berfungsi untuk mempercepat proses pembentukan kompos dalam tanah.
  2. EM2 terdiri dari 80 species yang disusun berdasarkan perbandingan tertentu.Berbentuk kultur dalam kaldu ikan dengan pH 8,5 di dalam tanah mengeluarkan antibiotik untuk menekan patogen (mikroba parasit)
  3. EM3 terdiri dari 95% bakteri fotosintetik dengan pH 8,5 dalam kaldu ikan. Berfungsi membantu tugas EM2, Sakarida (gula) dan asam amino yang disintesiskan oleh bakteri fotosintetik, sehingga secara langsung dapat diserap tanaman.
  4. EM4 terdiri dari 95% lactobacillus. Berfungsi menguraikan bahan organik tanpa menimbulkan panas tinggi, karena mikroorganisme anaerob bekerja dengan kekuatan enzim.
  5. EM5 berupa pestisida organik.

Membuat EM4 dengan Mudah

EM4 memang banyak dijual bebas di toko-toko peternakan maupun pertanian, tapi untuk membawanya pulang kita butuh merogoh kocek yang lumayan. Sebenarnya kita bisa membuat EM4 di rumah masing-masing secara sederhana dan mudah.

Di sini saya telah menyiapkan 5 cara pembuatan EM4, anda bisa memilih dari keempat ini mana yang paling cocok untuk anda aplikasikan di rumah.

Cara Ke-1

bahan-bahan yang dibutuhkan :

  • Pepaya matang atau kulitnya juga bisa 0,5 kg
  • Pisang matang atau kulitnya 0,5 kg
  • Nanas matang atau kulitnya 0,5 kg
  • Kacang panjang segar 0,25 kg
  • Kangkung air segar 0,25 kg
  • Batang pisang muda bagian dalam 1,5 kg
  • Gula pasir 1 kg
  • Air tuak dari nira / Air kelapa 0,5 liter

Cara Pembuatan

  1. Pepaya, pisang, nanas, kacang panjang, kangkung dan batang pisang muda dihancurkan sampai agak halus (bisa dengan dirajang kecil-kecil atau dengan penggilingan), lalu letakkan di ember dan buah/kulit buah yang dipakai harus yang sudah matang.
  2. Campurkan gula pasir dan tuak/air kelapa ke ember dan aduk sampai merata.
  3. Tutup ember tadi dengan rapat lalu simpan selama 7 hari di tempat yang sejuk dan tidak terkena matahari langsung.
  4. Setelah 7 hari, larutan yang dihasilkan oleh campuran tadi sudah bisa dikumpulkan secara bertahap setiap hari sampai habis dan tersisa ampasnya saja
  5. Larutan tadi kemudian disaring dan di masukkan ke wadah yang tertutup rapat seperti botol
  6. Dan selamat, larutan EM4 sudah berhasil dibuat. Masa kadaluarsa EM4 buatan ini berkisar sekitar 6 bulan.
  7. Ampas dari proses pembuatan ini bisa dipakai sebagai pupuk kompos.

Cara Ke-2

Bahan-bahan yang dibutuhkan :

  • Susu sapi atau susu kambing murni. (jangan menggunakan susu yang sudah basi, karena kemampuan bakterinya sudah tidak maksimal)
  • Isi usus (ayam/kambing), yang dibutuhkan adalah bakteri di dalam usus.
  • Seperempat kilogram terasi (terbuat dari kepala/kulit udang, kepala ikan) + 1 kg Gula.
  • Gula pasir (perasan tebu) + 1 kg bekatul + 1 buah nanas (sebagai penghilang bau) + 10 liter air bersih.

Alat-alat yang diperlukan :

  • Panci
  • Kompor
  • wadah untuk proses fermentasi dan penyimpanan
  • Blender atau Parutan untuk menghaluskan nanas

Cara Pembuatannya :

  1. Trasi, gula pasir, bekatul, nanas (yang sudah di haluskan) direbus supaya bakteri yang tidak dibutuhkan mati.
  2. Setelah mendidih, dinginkan adonan yang telah direbus tadi.
  3. Campurkan adonan yang telah dingin dengan susu, isi usus ayam atau kambing kedalam sebuah wadah lalu tutup dengan rapat.
  4. Setelah 12 jam, maka akan muncul gelembung-gelembung lalu adonan menjadi kental dan lengket.

Cara Ke-3

Bahan-bahan yang disiapkan :

  • Wadah ember
  • Tong plastik
  • Sampah sayur, terutama kacang-kacangan
  • Kulit buah-buahan (pisang, rambutan, mangga, nanas dan lainnya)
  • Bekatul secukupnya
  • Sedikit larutan gula merah
  • Air beras secukupnya

Cara Pembuatan

  1. Sampah sayur, kulit buah-buahan dan bekatul (lebih baik dicacah kecil-kecil untuk mempercepat proses fermentasi) dicampurkan dan tempatkan di ember atau wadah lainnya
  2. Semprotkan air beras secara merata di bagian permukaan
  3. Tutup ember tadi sambil kadang-kadang diaduk tiap2-3 hari, biarkan selama 1 minggu sampai campuran tadi membusuk dan berubah menjadi EM1, ditandai dengan angka 1 karena ini adalah cairan yang dihasilkan dari proses dekomposisi selama 1 minggu.
  4. Cairan EM1 kemudian dicampur dengan sampah sayur dan kulit buah-buahan lalu didiamkan lagi selama 1 minggu.
  5. setelah 1 minggu, adonan ini akan menghasilkan cairan baru yang kemudian dinamakan EM2.
  6. Cairan EM2 kemudian dicampur dengan sampah sayur dan kulit buah-buahan lalu didiamkan lagi selama 1 minggu hingga menjadi EM3
  7. Lakukan sekali lagi proses ini hangga menjadi EM4

Cara Ke-4

Bahan-bahan :

  • Wadah ember dengan tutupnya
  • Panci besar
  • 1kg gula batu
  • ¼ kg terasi udang
  • 5 kg dedak halus
  • 15 butir ragi tempe
  • 5 liter air bersih

Cara Pembuatan :

  • Campurkan semua bahan ke dalam panci
  • Aduk hingga rata kemudian masak sampai mendidih
  • Angkat, lalu campurkan secara merata dengan terasi, dedak dan gula pasir
  • Aduk kembali hingga rata
  • Dinginkan dan diamkan selama 3-4 jam
  • Tumbuk hingga halus ragi tempe
  • Masukan ragi tape yang sudah dihaluskan
  • Masukan ke dalam ember
  • Tutup rapat
  • Fermentasi selama 2-3 minggu

Cara Ke-5

Bahan-bahan :

  • Air cucian beras 5 liter
  • Air kelapa 5 liter
  • Cincangan halus sampah sayur 3 kg
  • Kulit jeruk seadanya
  • Ragi tempe 1 butir
  • Cairan gula jawa/merah 1 kg

Cara Pembuatan

Seluruh bahan dicampur dan diaduk sampai rata lalu letakkan di wadah yang tertutup rapat, buka tutup wadah setiap 4 hari untuk mengeluarkan gas yang dihasilkan oleh mikroba yang berada di dalam wadah, supaya wadah tidak menggembung dan meledak/pecah.

Biasanya dalam 17 hari, campuran yang didiamkan tadi sudah menghasilkan cairan EM4.

Manfaat EM4 di Berbagai Bidang

1. Manfaat EM4 di Bidang Pertanian

  • Memperbaiki sifat biologis, fisik dan kimia tanah
  • Meningkatkan produksi tanaman dan menjaga kestabilan
  • Memfermentasi bahan organik tanah dan mempercepat dekomposisi
  • Menghasilkan kualitas dan hasil pertanian yang ramah lingkungan
  • keragaman mikroba yang menguntungkan dalam tanah Meningkat

kompilasi yang disemprotkan EM4, Secara otomatis memfermentasikan bahan organik, hasil fermentasi ini dapat lebih mudah diserap oleh perakaran tanaman.

Selain itu, EM4 yang digunakan terbuat dari mikroorganisme alami yang menguntungkan tanaman.

2. Manfaat EM4 di Bidang Peternakan

  • Menyeimbangkan mikroorganisme yang menguntungkan dalam perut ternak.
  • Memperbaiki dan Meningkatkan kesehatan ternak
  • Mencegah stress pada hewan ternak.
  • Mengurangi tingkat kematian bibit ternak.
  • Memperbaiki kualitas serta kuantitas ternak.
  • Mencegah bau tidak sedap pada kandang ternak dan kotoran ternak dan banyak lainnya.

2. Manfaat EM4 di Bidang Perikanan

  • Meningkatkan pertahanan tubuh ikan/udang
  • Meningkatkan pertumbuhan dan size ikan/udang
  • Meningkatkan imunostimulan / daya tahan ikan/udang
  • Meningkatkan daya tahan tubuh ikan/udang sehingga mengurangi penggunaan Antibiotik.
  • Efisiensi energi dan pengelolaan kualitas air
  • Memfermentasi sisa pakan, kotoran, cangkang udang di dasar tambak
  • Meningkatkan kadar oksigen terlarut (DO) dan air menjadi bersih sehingga tidak diperlukan penggantian air berulang-ulang.
  • Menguraikan gas-gas amoniak, metana dan hydrogen sulfide.
  • Mempertahankan kualitas lingkungan – Aman dan ramah lingkungan.

Sekian, terimakasih telah membaca sampai akhir, semoga bermanfaat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *