Ternak Ayam Menggunakan Maggot BSF

Dari beberapa jenis ayam yang ada di pasaran, kali ini yang kita bahas adalah jenis ayam kampung jenis Buras. Pengaplikasian pakan maggot ini sebenarnya bersifat universal. Bisa untuk segala jenis unggas seperti ayam, burung dan ikan seperti lele, nila, gurami dan lainnya.

Ada beberapa jenis cara berternak ayam kampung, metode ini juga yang menentukan tipe kandang yang akan di persiapkan nantinya. Yaitu dengan Sistem Umbaran dan Sistem Intensif.

A. Sistem Umbaran

kandang sederhana sistem umbaran

Untuk ternak ayam kampung sistem umbaran, kandang tidak menjadi prioritas sering juga di sebut kandang asal-asalan, asal yang penting melindungi ayam dari suhu dinginnya malam dan hujan dan tangan-tangan jahil. Dalam sistem umbaran, ayam cenderung di biarkan liar dan di lepaskan pada pagi hari dan menjelang sore ayam di masukkan ke kandang.

Sistem ini cocok di pakai di desa-desa di rumah-rumah yang masih memiliki pekarangan yang luas. Dengan sistem ini peternak akan lebih hemat dalam pemberian pakan dan perawatan ayam harian dan ayam akan mencari makan sendiri.

Tapi kelemahannya adalah perkembangan dan produktivitas ternak ayam dengan metode ini sangat lambat, juga ayam akan menjadi liar bahkan sampai tidak mau masuk kandang dan tidur denga bertengger di dahan-dahan pohon.

Berkembangbiaknya ayam-ayam ini terjadi secara alami seperti halnya di alam bebas. Biasanya betina yang bertelur akan mengerami telurnya sendiri sampai menetas dan memelihara anak-anak mereka, peternak hanya menyediakan tempat mengeram yang  nyaman bagi induk betina.

B. Sistem Semi Intensif

contoh kpekarangan yang dipagari untuk sistem semi intensif

Di dalam sistem ini, biasa peternak memakai kandang tipe pekarangan, yaitu kandang yang berupa hamparan lahan yang dipagari sekelilingnya agar ayam tidak bisa keluar dari area lahan kandang. Di dalam area lahan di buat kandang tertutup tempat ayam bersarang dan berteduh.

Kandang biasanya dibiarkan beralaskan tanah dan ditumbuhi rerumputan hijau, sesekali bisa di cangkul agar tanah tidak terlalu padat dan cacing sebagai makanan ayam alami bisa hidup dan berkembang biak.

Tipe kandang lain semisal tipe Postal dan tipe Baterai jarang di pakai dalam beternak ayam kampung. Karena biaya pembuatan dan operasionalnya tidak sebanding dengan produktivitas ayam kampung. Kecuali untuk beberapa tipe ayam jenis buras lain contoh ayam Arab, ayam Pocin, ayam Nunukan, dan ayam kampung unggul hasil silangan.

Diawali dengan perancangan usaha ayam kampung rumahan, berikut 3 langkah yang perlu diperhatikan :

1. Pemilihan Bibit Unggul

bibit ayam kampung

Bibit yang unggul mempunyai peran yang sangat penting bagi usaha ini, karena memiliki peran setidaknya 30% keberhasilan dari usaha ini. Jika anda telah memilih  dengan tepat DOC ayam kampung (ayam dengan umur di bang wah 10 hari dan paling lama 14 hari setelah ayam menetas) yang tepat, maka insyaAllah 30% kesuksesan dalam melakukan bisnis ternak ayam sudah kita miliki.

Ciri anakan ayam atau ayam kampung DOC yang berkualitas yaitu :

  • Berat badan ayam minimal 38 gram per ekor.
  • Bulu ayam mengembang dan panjang.
  • Ukuran badan yang seragam antar ayam
  • Mata ayam bulat dan cerah tanpa cairan-cairan
  • Kaki terlihat mengkilap dan tidak kering
  • Tidak ada bagian tubuh yang cacat

2. Pembuatan kandang

kandang ayam DOC

Pembuatan kandang untuk ayam DOC sebaiknya perkandang berkapasitas 40 ekor ayam DOC/m2 untuk kurun waktu 2 minggu, atau di kurangi seiring bertambah besarnya ayam. Adapun ukuran kandang terbaik yaitu dengan lebar 4-8 meter dan panjang maksimal 70 meter.

Dan juga kandang yang ideal untuk ayam DOC punya sedikit rongga pada dinding kandang yang berguna untuk mencegah suhu dingin pada malam hari dan saat hujan masuk sehingga menjadi penyebab ayam sakit.

Suhu di dalam kandang baiknya berkisar antara 30 sampai 38 derajat Celcius. Usahakan lokasi kandang ayam dengan rumah pemukiman agak berjauhan, minimal 5 meter supaya tidak mengganggu akibat bau ayam dan kotorannya.

3. Pemberian Pakan

pakan sentrat

Pengelolaan pakan ayam punya 2 sisi, ketika anda terlalu sedikit atau terlalu banyak. Pertumbuhan ayam akan melambat jika porsi pemberian pakan terlalu sedikit, sehingga menambah durasi pemeliharaan yang juga akibatnya akan lebih banyak pengeluaran untuk membeli pakan.

Sebaliknya, kalau pemberian pakan banyak, memang akan mempercepat ayam-ayam tumbuh besar, tapi akan terjadi disefisiensi modal atau ketidakseimbangan antara modal dan keuntungan sehingga terjadi kerugian.

Analisa Ternak Ayam Buras Rumahan

Pengeluaran

Bibit Rp 6.900,- x 100 ekor Rp 690.000,-

Pakan sentrat 3 bulan 6 sak Rp 240.000,- x 6 sak = Rp 1.440.000

Vitamin, vaksin, listrik dll. Rp 150.000,-

Total Rp 2.280.000,-

Perkiraan Hasil Akhir

Jika diperkirakan ada 5% tingkat kematian dari  total ayam, maka ayam yang dapat di panen berjumlah 95 ekor dengan berat per ekornya kira-kira 0,9 kg dan jika per ayamnya di hargai Rp 32.000,- per ekor, jadi

Pendapatan : 95 ekor ayam x 32.000 = 3.040.000,-

Keuntungan bersih : 3.040.000 – 2.280.000 = Rp 760.000

Hitung-hitungan di atas tidak berlaku di semua daerah karena harga bibit dan pakan yang berbeda-beda.

Aplikasi maggot dalam pakan

Tapi ada cara yang jauh lebih menguntungkan, yaitu dengan mengganti pakan yang awalnya 100% berisi pakan sentrat menjadi 70%-75% maggot dan 30%-25% sentrat atau malah 100% maggot tanpa campuran sentrat sama sekali.

Loh bukannya menambah bahan pakan baru berarti juga menambah biaya modal? Dan apa itu maggot?

Maggot adalah larva yang dihasilkan dari lalat atau yang gampang kita sebut belatung, bukan sembarang lalat yang dipakai dalam bahan pembuatan pakan ini.

Hermetia illucens, (Black Soldier Fly) atau ‘Lalat Tentara Hitam’ yaitu lalat yang termasuk dalam keluarga Stratiomyidae yang sangat banyak manfaat bagi manusia. Sebagai sumber protein sangat tinggi dan sangat murah bagi pakan berbagai jenis ternak, alat pengurai sampah organik alami serta penyeimbang lingkungan.

Karena itu, Black Soldier Fly atau lalat BSF mempunyai nilai ekonomi yang tinggi juga sangat mudah di budidayakan.

Begini perhitungannya, dalam pemeliharaan ayam, kita juga dapat sekaligus berternak dan membuat pakan ayam, maggot ini hanya membutuhkan limbah organik sebagai pakannya yang bisa di ambil dari sisa-sisa makanan, atau sayur-sayuran dan buah-buahan yang sudah tidak terpakai di pasar, sehingga tidak butuh banyak modal dan juga menguntungkan pihak kebersihan pasar.

Kita hanya menyediakan kandang lalat BSF yang berasal dari kayu dan kain hitam atau waring halus, juga bak-bak hitam atau nampan untuk memelihara maggot sehingga mereka mau mengolah sampah organik menjadi pupuk organik.

Kok bisa?

Dari pemeliharaan maggot yang sudah-sudah dan juga saya aplikasikan di rumah saya, akan menghasilkan pakan maggot dengan biaya yang murah, per kilo maggot berkisar antara Rp 1.500,- Rp 3.000,- saja. Jauh lebih murah daripada pakan yang di jual di pasaran yang sekarang berkisar antara Rp 7.000-10.000 per kilonya bahkan lebih.

Kebutuhan protein ayam per harinya dari pakan adalah 19%, dan pakan ayam konvensional mengandung rata-rata 19-25% protein. Sedangkan maggot mengandung 40% protein! Jauh lebih banyak dibandingkan pakan konsentrat.

Sehingga, pertumbuhan ayam semakin cepat dan juga ayam lebih sehat.

Dalam pemberian pakan ayam, ada beberapa langkah yang patut di perhatikan, jangan memberi ayam pakan maggot sebelum umur 3 minggu, lebih baik memakai pakan konsentrat sebagai pakan, karena mulut dan alat pencernaan ayam masih belum siap untuk memakannya.

Di minggu ke 3, mulai ayam di beri pakan konsentrat dengan sedikit campuran maggot hingga ayam sudah lebih dari 3-4 minggu boleh di beri makan maggot sepenuhnya.

Perhitungan ternak ayam menggunakan maggot

Daftar biaya ternak ayam sampai bobot 0.9kg / 1kg

Bibit DOC 100 ekor x Rp 6.900 = Rp 690.000,-

Pakan sentrat 3 minggu/1 bulan 1 sak = Rp 240.000,-

Maggot per 2,5-3 bulan 150 kg, dengan biaya 2000/kg* = Rp 300.000,-

Vitamin, vaksin, listrik dll. = Rp 150.000,-

Total biaya = Rp 1.380.000,-

Perhitungan hasil untung

Misalkan harga ayam 1 ekor 0,9kg /1kg = Rp 32.000,-

Dan persen kematian ayam 5% maka yang tersisa dari 100 ekor adalah 95 ekor x Rp 32.000 = Rp 3.040.000,-

Dikurangi biaya ternak =Rp 3.040.000 – Rp 1.380.000,- = Rp 1.660.000,

Sangat jauh dengan penggunaan sentrat bukan? Keuntungan ternak 100 ekor ayam dengan pakan kombinasi sentrat dan maggot adalah Rp 1.660.000,-

Dan keuntungan ternak ayam dengan sepenuhnya menggunakan pakan sentrat adalah Rp 760.000,-!

Setelah panen dan dijual, tentunya ayam ini akan disembelih dan dikonsumsi, bagi kaum muslim, menyembelih hewan punya adab dan syarat2 yang harus dipenuhi agar hewan sesembelihan tersebut menjadi halal dikonsumsi.

Alhadi Ibrahim adalah web yang membahas tentang berbagai macam ilmu keagamaan islam mulai dari kumpulan doa sampai dengan tata cara penyembelihan yang benar juga terdapat disana. Dan Selengkapnya tentang cara mendatangkan lalat BSF secara alami bisa buka di sini

Sekian, terima kasih telah membaca sampai selesai.

1 thought on “Ternak Ayam Menggunakan Maggot BSF”

  1. Saya kira bila mengunakan full maggot pada usia 1 hari pertumbuhan doc tidak akan bagus sebab banyak mineral yg dibutuhkan doc tidak ada pada maggot

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *