Ternak Ayam di Arab

Assalamualaikum…

Teman-teman sekalian tahu tidak kalau negara Arab Saudi merupakan salah satu negara dengan konsumsi daging terbanyak di dunia, dikutip dari perkataan CEO the National Group Aquaculture, Ahmad Balla mengatakan “Orang Saudi lebih suka makan produk unggas dan daging merah, mereka cenderung menghindari ikan serta produk laut dan pertanian.”

Ahmad Balla juga menjelaskan, Tiap warga Arab Saudi rata-tara menghabiskan setidaknya 47 kilogram daging ayam dan 120 butir telur ayam setahun, sedangkan untuk ikan, rata-rata perorangnya menghabiskan 9 kilogram ikan dalam setahun.

Berbeda jauh dengan di Indonesia, menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi daging ayam warga indonesia termasuk ayam potong dan ayam kampung adalah 6.48 kg pertahun, dan untuk telur, pertahunnya ada 76,1 ribu ton untuk konsumsi pasar di Indonesia.

Seorang penasihat teknis di Fakih Poultry, produsen unggas di Arab Saudi mengatakan “volume investasi di sektor unggas mencapai 42 milyar riyal (Rp 14.7Triliun). Sekitar 700 ribu ton produk unggas dihasilkan di dalam negeri tahun lalu. “Ini merupakan 45 persen dari total kebutuhan domestik.” Mencengangkan….

Nah, sekarang apa saja sih hewan ternak yang ada di negara padang pasir tersebut? Mari kita ulas bersama, berikut daftarnya:

Ayam

ternak ayam di arab
Image by kissu from Pixabay

Yap, seperti keterangan di atas sudah menjelaskan bagaimana jumlah permintaan konsumen yang sangat banyak untuk daging ayam ini. Adapun jenis ayam yang di kembangbiakkan yaitu jenis ayam boiler dan juga ayam petelur.

Salah satu perusahaan besar yang memproduksi telur di arab saudi  adalah Arabian Farms Development Company Ltd. Didirikan tahun 1978 dengan produksi 40 juta butir telur di tahun pertamanya dan kini lebih dari 200 juta butir telur dalam setahun.

Domba & Kambing

ternak kambing di arab
ummatpos.com

Berbeda dengan ayam, domba merupakan ternak khas Arab yang sudah ada sejak zaman dahulu kala, dikisahkan bahwa dahulu seluruh Nabi dan Rasul pernah mengembala domba.

Kebutuhan pasar daging domba di negara ini sangat besar saking besarnya sampai peternakan dalam negara tidak sanggup untuk memenuhi permintaan pasar yang pada akhirnya meminta negara-negara tetangga untuk mengekspor ke arab saudi.

Arab saudi menempati urutan pertama di dunia dalam pengimporan domba dan kambing hidup. Sekitar 45,02% dari impor dunia untuk negara ini, biasanya negara pemasok berasal dari negara Sudan, pada tahun 2016, arab meminta negara Zambia untuk memasok 1 juta ekor kambing tiap bulannya.

Permintaan terbesar yaitu pada saat hari raya Ied Adha atau hari ke-3 haji. Lebih dari 2 juta  peziarah melakukan ibadah haji belum lagi untuk para keluarga tidak haji yang ingin berkurban.

Kambing juga merupakan hidangan khas arab saudi, diantaranya :

  • Mandi مندي

mandi kambing di arab
alwaha.com.p

Makanan ini berasal dari negara Yaman, Teknik memasak yang membedakan Mandi dari hidangan daging lainnya adalah dagingnya dimasak di tandoor (tabu dalam bahasa Arab), yang merupakan jenis oven khusus yang biasanya berupa lubang yang digali di tanah dan ditutup dengan tanah liat di sekitar sisinya.

Mandi tidak hanya berbahan pokok daging kambing dan domba, tapi bisa juga daging unta dan juga ayam. Dimasak bersama dengan nasi daging, dan campuran rempah-rempah khas yang disebut Baharat. Makanan ini tersebar di negara-negara timur tengah diantaranya Arab Saudi, Yaman, Mesir, Levant, dan Turki

Jika anda berkunjung ke Arab Saudi untuk Umroh, Haji, ataupun kerja, anda wajib mencobanya dan untuk harganya berkisar dari yang paling murah 64 riyal (Rp 224 ribu) per porsi sampai dengan 1020 riyal (Rp 3,5 juta) dengan kambing utuh, anda bisa mengecek daftar menu selengkapnya di sini Alromansiyah.

  • Mutabaq

Makanan khas dari Arab Saudi berikutnya adalah mutabaq. Di Indonesia, makanan ini sering di sebut dengan Martabak. Mutabaq terbuat dari lapisan tipis kue yang dibungkus dan dilipat serta memiliki isian daging cincang, telur, peterseli, tomat, bawang dan sedikit jalapeno pepper. Untuk harganya sendiri hanya 7 riyal (Rp 24 ribu)

  • Ruz Briyani

Yaitu hidangan yang berupa nasi (biasanya dari beras basmati) yang dimasak dengan rempah-rempah lalu ditambah dengan sayuran, atau daging (ayamkambingikanudang atau sapi).

Makanan ini banyak ditemui di seluruh jazirah Arab, anda bisa mengunjunginya di setiap rumah makan kebanyakan mereka menyajikan menu ini. Untuk harga perporsi di arab berkisar 16 riyal per porsi (Rp 56 ribu).

Nasi Briyani memiliki beberapa jenis yaitu :

Briyani Awadh

Cara memasaknya Daging dan nasi dimasak terpisah sebelum dicampur di dalam panci tertutup dan dipanggang. Daging ditumis lebih dulu bersama rempah-rempah di dalam minyak samin sebelum dimasak di dalam air hingga matang.

Air kaldu disisihkan untuk dipakai memasak beras yang sudah digoreng sebentar di dalam minyak samin. Setelah matang, nasi dicampur bersama daging di dalam panci (handi) tertutup dan dimasak di atas api kecil.

Briyani Malabar

Jenis ini berasal dari wilayah Malabar utara, Jawa barat, Indonesia. Konon ceritanya dulu diperkenalkan oleh pedagang timur tengah. Briyani ini biasa dinikmati dengan asinan yang terbuat dari campuran bawang bombay dan tomat.

Briyani Lahore

Lahore sendiri adalah nama salah satu kota yang berada di negara Pakistan. Varian ini memiliki sedikit perbedaan dengan jenis briyani lain, yaitu dengan memasukkan potongan kentang ke dalam nasi.

Briyani Sri

Briyani ini populer di hidangkan olah orang-orang muslim di negara Sri Lanka, bumbu nasi ini sudah disesuaikan dengan lidah sekitar salah satunya dengan penambahan hidangan kari kacang mete, dan daun mint.

Briyani Tahiri

Nah, biasanya kan nasi briyani identik dengan lauk daging ayam, kambing, udang, dan yang lainnya. Tapi untuk jenis ini merupakan jenis nasi briyani yang tidak menggunakan unsur dagin sama sekali dalam hidangannya alias diperuntukkan untuk para vegetarian yang banyak berada di India, Pakistan, Sri Lanka, dan Bangladesh. Sebagai pengganti daging, mereka menggunakan kentang.

Briyani Indonesia

Briyani di Indonesia sendiri sering disebut dengan nasi Kebuli, walaupun sebenarnya  berbeda dengan Briyani, karena di Arab sendiri tidak ada yang menjual nasi kebuli.

Marketing dari restoran Timur Tengah Aljazeerah, Khilda Thalib mengatakan “Tidak ada nasi kebuli di Timur Tengah sana. Nasi kebuli itu cuma di Indonesia saja, bisa jadi orang Indonesia “terpeleset lidah”. Di Timur Tengah ada hidangan yang bernama “nasi kabli”, yang di sini menjadi nasi kebuli.

  • Shawarma

    Sahawarma biasanya menggunakan gulungan roti tipis yang diisi dengan irisan daging ayam & kambing yang di panggang, kentang, asinan timun dan saus.di indonesia lebih terkenal dengan nama kebab.

Unta

Tahu ‘Arab pasti tau dengan ‘Unta. Hewan padang pasir berpunuk ini sangat tahan dengan cuaca dan suhu ekstrim padang pasir yang bisa mencapai lebih dari 500 Celcius pada musim panas dan -50 Celcius di musim dingin.

Di Arab sendiri ternak unta masih banyak menggunakan cara tradisional dengan menggembala, para penggembala biasanya dari orang-orang suku Badui.

Yap. Itulah beberapa hewan yang dibudidayakan di arab saudi, kalau di Indonesia banyak sekali, mulai dari unggas, ikan laut & tawar, sampai kodokpun di ternak.

Mungkin akan saya bahas di kesempatan yang lain.

Terimakasih telah membaca sampai akhir.

Wassalamualaikum..

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *