Ternak Kroto di Rumahan

Assalamualaikum..

Istilah Semut Rangrang/Penenun (Weaver) mengacu pada beragam genus (Oecophylla) semut arboreal tropis (penghuni pohon) yang mendiami Asia Tenggara, Australia, dan Filipina. Semut penenun biasanya berwarna hijau, kuning atau merah-coklat dan secara unik berada di kanopi/dedaunan hutan tropis.

Dimanapun ditemui, Semut Rangrang sering mendapat perhatian  karena perilaku unik mereka yang memiliki metode arsitektur yang cerdas, hubungan simbiosis dengan tanaman inang dan untuk hubungan mereka dengan manusia.

Asal Nama Semut Penenun

kumpulan rangrang sedang makan
www.sciencesource.com

Semut Rangrang dinamakan semut penenun karena perilaku mereka saat membangun sarangnya, yang melibatkan menenun bahan tanaman, terutama daun, masih melekat pada tanaman ke dalam struktur menggunakan sutra yang dikeluarkan dari larva semut. Semut melakukannya dengan menyatukan daun dan melampirkannya dengan sutra. Hasilnya adalah bola atau struktur elips yang terdiri dari bahan tanaman dan sutra yang menampung ratu dan larva koloni.

Di mana pada suatu waktu, larva semut dalam kepompong yang terbentuk dari sutra ini, semut penenun telah berevolusi untuk menggunakannya terutama untuk pembangunan sarang. Ini telah terbukti sangat bermanfaat bagi genus.

Sutra larva tidak berbeda dari sutra yang digunakan untuk membentuk struktur oleh arthropoda lain, seperti yang digunakan oleh laba-laba dalam konstruksi sarangnya atau  ulat sutra dalam metamorfosis.

Sutra yang dihasilkan oleh koloni ini sangat kuat dan tahan lama yang membantu untuk mencegah serangan dari pemangsa pemakan serangga.

Dengan menggunakan vegetasi hidup, semut umumnya dapat menghindari pengeringan dan menjadi rapuh, seperti sarang yang terdiri dari daun-daun yang terlepas. Sarang ini juga tahan air, fitur ini penting bagi semut yang menghuni puncak pohon di hutan tropis yang rentan terhadap musim hujan musiman.

Namun, terlepas dari daya tahannya, sarang yang baru, tampaknya harus  terus diperbaiki dan diperluas sebagai respons terhadap kerusakan sesekali dan kebutuhan ruang untuk menemani koloni yang tumbuh. Sarang Semut Rangrang yang paling besar bisa melebihi ukuran bola basket.

Yang dilakukan Semut Ketika Membangun Sarang

rangrang membangun sarang
unframe.com

Untuk membangun sarang dari daun kanopi, semut harus bekerja bersama untuk mencapai apa yang tidak bisa dilakukan oleh semut tunggal. Semut menjembatani celah antara permukaan daun yang diinginkan dengan menggigit tangkai daun satu sama lain (wilayah antara segmen tubuh kedua dan ketiga semut), dan membentuk rantai semut, dengan semut di kedua ujung memanfaatkan kaki panjang, kaki lengket dan rahang yang kuat untuk digenggam.

Dengan cara ini, mereka dapat menarik daun yang tampaknya jauh dari jangkauan mereka untuk dianyam ke dalam sarang, lalu semut harus membawa larva di rahangnya lalu memeras larva untuk mengeluarkan jaring ke permukaan tempat diperlukan.

Perilaku komunal yang maju bukanlah hal baru di dunia semut, seperti yang ditunjukkan oleh semakin banyaknya video YouTube tentang semut api yang membangun rakit tubuh mereka sendiri untuk bertahan dari banjir musiman.

Namun, semut penenun memiliki kemampuan unik untuk secara teratur membuat struktur perumahan besar melalui kekuatan gabungan anggota koloni yang terhubung. Melalui upaya bersama, bahkan koloni Semut Rangrang bisa membuat sarang terbesar dan paling menakutkan dapat dibangun dalam waktu kurang dari sehari.

rangrang yang membawa larva kroto
www.nationalgeographic.com

Semut Rangrang Juga dapat Berternak

Selain kemampuan konstruksi yang luar biasa dari semut Rangrang, semut ini memiliki perilaku menakjubkan lainnya, yaitu kemampuan beternak, ya beternak.

Manusia mulai beternak hewan ternak sekitar 10.000 tahun yang lalu. Semut kemungkinan telah melakukannya sejak zaman dinosaurus. rata-rata koloni semut Rangrang memelihara sekitar setengah juta scale Insect.

Itu lebih banyak daripada apa yang bisa ditangani oleh manusia peternak yang paling ambisius sekalipun. Scale Insect atau lebih umum serangga skala, adalah kelompok beragam serangga yang sangat kecil yang diternakkan oleh sejumlah spesies semut untuk diambil madu mereka. Semut penenun melindungi serangga kecil ini untuk memerahi madu mereka, sebagai makanan semut dan larva mereka.

 

Manfaat Kroto(larva) Semut Rangrang

ktot rangrang
http://distributorkroto.blogspot.com

Sebelum kita membahas bagaimana cara beternaknya, mari kita ulas singkat manfaat dan kegunaan dari Larva (Kroto) yang akan kita ambil nantinya saat budidaya.

  • Pakan Burung

Para pecinta burung pasti sangat terbantu dengan adanya Larva semut rangrang ini. dikarenakan salah satu manfaat kroto semut rangrang adalah menjernihkan kicauan burung. Larva Rangrang dapat digunakan sebagai pakan burung agar kicauan burung tersebut jadi jernih dan indah. Oleh karena itulah para pecinta burung sering berburu larva semut rangrang ini.

  • Umpan Memancing

Larva semut rangrang biasanya dijadikan untuk umpan memancing bagi orang-orang yang punya hobi memancing dan juga para nelayan.

  • Bio Kontrol Tanaman Buah

Semut Rangrang sering dimanfaatkan oleh petani buah untuk membasmi ulat pengganggu dan serangga hama. Ini sangat bermanfaat bagi petani buah yang menginginkan buahnya memiliki kualitas yang baik.

  • Mengurangi Penggunaan Pestisida

Hama yang dapat diusir oleh semut Rangrang otomatis mengurangi penggunaan pestisida oleh para petani.

  • Sebagai Konsumsi

Untuk sebagian orang di beberapa wilayah di Indonesia dan di luar negri, larva kroto merupakan hidangan yang lezat dan memiliki banyak gizi.

Ternak Semut Rangrang Kroto Secara Mudah

Ada beberapa jenis teknik beternak semut Rangrang, nantinya anda bisa memilih mana yang sesuai dengan apa anda inginkan.

1. Beternak Kroto dari Alam

sarang semut rangrang
http://sidegreen.blogspot.com/

Ini adalah cara yang tersimpel tapi tidak semudah yang dibayangkan. Mengambil sarang semut dari dahan pohon yang kadang tinggi memang merepotkan, anda harus mempersiapkan galah yang panjang dengan jaring serta senter untuk menerangi saat berburu di malam hari.

2. Beternak Semut Rangrang Dengan Toples

metode sarang rangrang toples
http://rajakrotobagus.blogspot.com/

Selanjutnya adalah cara budidaya kroto dengan media toples. Kebanyakan peternak kroto menggunakan toples sebagai media ternak bibit kroto yang berfungsi sebagai rumah semut rangrang dan kroto.

Beternak bibit kroto menggunakan media toples ini memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai berikut :

Kelebihan :

  • Wadah yang mudah dijumpai dan dibeli dengan harga murah
  • Proses panen yang mudah dilakukan
  • Perkembangan semut dan kroto yang bisa diamati karena toples transparan
  • Pangsa pasar yang luas

Kelemahan :

  • Dengan perkembangan semut yang sangat cepat sehingga membuat wadah cepat penuh, maka dari itu kita butuh lebih dari 1/2 toples dalam beternak semut ini.

 

3. Beternak Semut Rangrang Dengan Besek

besek untuk ternak kroto
https://medium.com

Untuk beternak menggunakan media besek ini hampir sama dengan menggunakan media toples. bedanya hanya pada kapasitas ruangnya saja. Berikut ini kelebihan dan kelemahan dari beternak kroto menggunakan besek :

Kelebihan :

  • Ruang yang luas
  • Karena besek terbuat dari bahan alami, maka akan lebih awet dan tahan lama
  • Temperatur suhu yang lebih stabil, ini sangat bagus bagi pertumbuhan kroto

Kelemahan :

  • Media lumayan mahal
  • Media yang susah didapatkan karena sekarang sudah jarang yang menjualnya
  • Perkembangan kroto dan semut tidak bisa diamati secara langsung.

4. Beternak Semut Rangrang Dengan Paralon

beberapa jenis media ternak rangrang
https://kud-sumber-jaya.blogspot.com

Penggunaan media Paralon merupakan inovasi atas kekurangan media toples dan besek, disamping kelebihannya, tentu media ini juga memiliki kekurangan lainnya.

Kelebihan :

  • Media yang mudah didapatkan di toko bangunan
  • Kerapihan yang terjamin
  • Media yang lebih awet dan lebih banyak menampung semut dan kroto.

Kelemahan :

  • Panen dan pengemasan bibit yang sulit
  • Lebih susah dalam mengamati pertumbuhan kroto.

 

Yap, sekian untuk artikel ini, terimakasih telah membaca sampai akhir.

Wassalamualaikum..

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *