Budidaya Lalat BSF

Berternak Lalat Menguntungkan

sumber Yuriebsf.com

Lalat yang selama ini kita anggap sebagai hewan menjijikkan yang juga sangat merugikan khususnya bagi pada pedagang rumah makan. (jika makanan telah terhinggapi oleh lalat maka dapat di anggap tidak higienis lagi) .

Tapi, sekarang berbeda. Lalat dapat sangat menguntungkan bagi manusia, bagaimana bisa?

Memang tidak semua jenis lalat yang dapat di ternakkan, dari sekian banyak jenis lalat, ada satu jenis lalat yang mendapat perhatian lebih dari para peternak di seluruh belahan dunia, yaitu adalah lalat Black Soldier Fly (BSF) dengan nama latin hermetia illucens, atau di Indonesia dikenal lalat tentara hitam.

Ada dua kata kunci dalam mempelajari cara berternak jenis lalat ini, yaitu:

Black Soldier Fly (BSF)

Photo by Purnomo

BSF atau lalat tentara hitam ini yang di budidayakan, lalat ini mempunyai siklus hidup yang singkat, yaitu hanya sekitar 7 hari.

Selama itu, lalat hanya kawin dan tidak makan, lalat ini tidak hinggap di sampah-sampah, bisa dikatakan lalat ini termasuk lalat yang bersih berdasarkan karakter nya.

Dalam sekali bertelur, betina BSF dapat menghasilkan 500-900 buah telur yang kemudian akan menetas dan menjadi larva.

Habitat lalat ini adalah di daerah tropis, sehingga sinar matahari merupakan syarat utama yang harus di perhatikan dalam merencanakan budidaya BSF.

Maggot BSF

Larva BSF ini atau yang lebih sering di kenal maggot oleh kalangan pembudidaya, mempunyai banyak manfaat bagi manusia, mereka memakan limbah organik seperti buah-buahan busuk dan lainnya yang banyak kita temui di pasar-pasar, banyak pedagang buah dan sayuran yang bingung membuang buah dan sayuran yang sudah tidak layak, dan pemerintah pun demikian.

Dalam seharinya, 10.000 larva dapat menghabiskan 1kg sampah organik. Dengan kata lain, 1 betina mampu bertelur 500-900 buah, maka dibutuhkan hanya sekitar 15-20 ekor betina untuk mengurai 1kg sampah organik tiap hari dengan 10.000 ekor larva yang di tetaskannya.

Dalam dunia peternak unggas dan juga ikan, maggot ini dikenal sangat bagus untuk pakan, karena memiliki nutrisi, asam amino, dan protein lengkap yang baik.

Siklus Hidup Lalat BSF

1920 × 1080
sumber :kolonibsfindonesia

Siklus ini berlangsung selama kurang lebih 1 setengah bulan, meliputi:

Telur

Image result for telur bsf
sumber :yuriebsf

Telor berwarna putih kekuningan ini biasanya menempel secara bergerombol di tempat yang kering, dan biasanya akan menetas dalam waktu 3-4 hari lalu menjadi larva bayi.

Larva Bayi

Larva ini sangat kecil sehingga tidak terlihat, dan dapat dilihat ketika setelah dua hari dari waktu menetas.

Maggot / Larva Dewasa

Image result for maggot bsf
sumber :yuriebsf

Di fase ini larva memiliki protein paling tinggi, sekitar 40 sampai 45 persen. Larva ini yang biasa di jual kepada peternak unggas,ikan setelah 2 sampai 3 minggu dari larva bayi.

Larva maggot ini makan terus menerus tanpa henti selama hampir 1 minggu lalu kemudian berubah menjadi pre pupa.

Pre Pupa

Image result for maggot bsf
sumber Yuriebsf.com

Pada fase ini larva mulai berhenti makan dan mencari tempat kering untuk persiapan menjadi pupa atau kepompong. Juga kulitnya mulai berganti kulit dari yang berwarna putih kekuningan menjadi kehitam-hitaman.

Pupa

Image result for pupa bsf
sumber youtube/deruribsf

Pupa/kepompong, sudah tidak bergerak lagi. Lalu kemudian kepompong akan pecah dan menjadi lalat muda BSF.

Lalat BSF

Image result for lalat bsf

Ketika dewasa, lalat ini akan mencari pasangan lalu kawin, si pejantan akan mati setelah kawin, dan si betina akan mati setelah bertelur. Dalam fase ini lalat tidak makan sama sekali. Dan mati setelah 2 minggu.

Share Tentang Pengalaman Mencoba Budidaya BSF

Kandang

Image result for kandang bsf

Tertarik dengan budidaya lalat BSF yang dikenalkan oleh teman. Saya mulai menyiapkan kandang sederhana yang terbuat dari waring-waring halus dan kayu reng,kandang harus cukup cahaya matahari, kandang selebar 3 x 3 diperuntukkan untuk penangkaran lalat dan juga sebagai tempat kawin dan bertelur.

Juga saya masukkan beberapa pot tanaman hias sebagai tempat hinggap para lalat. Untuk jenis tanaman ini bebas karena memang lalat BSF tidak makan.

Media Bertelur

photo by purnomo

Sedangkan media untuk bertelur saya buat dari kayu reng sepanjang kira-kira 10cm ditumpuk 6 buah dipaku bagian bawah tiap kayu dengan paku payung untuk memberi celah sekitar 10mm yang nantinya sebagai tempat peletakan telur nantinya.

Ke enam potong kayu reng tadi di satukan dengan karet gelang.

Lalu untuk menarik perhatian lalat betina agar mau bertelur di kayu tadi,saya siapkan nampan berisi adukan tempe busuk atau suatu yang berbau lainnya di bawah kayu reng tersebut.

Pemijahan Telur

Untuk ini, saya siapkan potongan paralon dengan lubang yang agak lebar dan pendek, lalu saya tutup salah satu lubangnya dengan waring halus yang diikatkan menggunakan karet gelang.

Penetasan Telur

Telur-telur yang akan menetas nantinya di taruh di wadah nampan berisi dedak dan untuk makanan awalnya menggunakan jeruk yang di belah dua atau sesuatu yang asam-asam.

Media Maggot

Image result for media maggot bsf

Setelah maggot kecil semakin membesar, maka maggot di pindah ke media yang lain,saya menggunakan nampan yang diisi adukan serbuk gergaji.

Ada cara lain yang saya dapatkan dari YouTube Channel “chickenku Channel ternak rumahan” yang sangat mudah dan simpel.

Cara mendatangkan lalat

Membuat fermentasi

Lalat akan datang secara sendirinya karena lalat mencium aroma fermentasi tersebut. Bahan-bahan yang di fermentasi yaitu :

Dedak 5kg.

Air 1 liter.

Em4 tahu tutup botol atau bisa juga menggunakan Yakult 1 botol.

Royco 1 bungkus, agar baunya lebih menyengat.

Gula pasir 5 sendok

Campurkan dedak dan royco, aduk sampai rata, tuangkan larutan Yakult dan air ke dedak tadi, aduk hingga merata, hasilnya tidak terlalu basah dan juga tidak terlalu kering.

Siapkan kantong plastik ukuran 5-8 kilo atau tempat lain yang rapat, isi dengan campuran tadi masing-masing-masing-masing setengah saja untuk memberikan ruang udara, karena dalam proses fermentasi nanti, campuran ini akan mengeluarkan semacam gas udara. Plastik di ikat rapat dan di simpan di ruangan yang sejuk. Biarkan selama 4-5 hari.

Setelah 5 hari, plastik akan terlihat menggelembung dan siap di jadikan media pengundang dan juga budidaya lalat BSF. Tanda fermentasi yang berhasil adalah terciumnya bau seperti tape.

Taruh media tadi di bak dan tutupi atasnya dengan daun pisang, atau jika tidak ada bisa menggunakan kertas bungkus nasi (bagian plastik di letakkan di bawah).

Tutup rata tetapi tidak terlalu rapat, agar aman dari binatang seperti kucing tutup dengan kawat ram atau yang sejenisnya.simpan di tempat yang tidak terkena langsung matahari. Dan setelah beberapa hari lalat BSF aka datang dengan sendirinya dan bertelur.

Setelah telur-telur menetas, otomatis bayi-bayi larva ini akan menuju fermentasi dedak sebagai makanan dan media hidupnya.

Dalam seminggu, maggot-maggot ini sudah terlihat.

Dalam 2 minggu, maggot dapat di panen den di berikan kepada hewan ternak ayam,ikan, burung dan lainnya.

Taburkan tipis fermentasi dedak uang tersisa setiap minggu sekali.

 

Sekian, terima kasih telah membaca sampai akhir..

4 thoughts on “Budidaya Lalat BSF”

  1. Pingback: Ternak Ayam Menggunakan Maggot BSF - Lausamahta

  2. Pingback: Ternak Lele Bioflok Untuk Pemula - Lausamahta

  3. Pingback: Burung Hias dengan Harga Murah - Lausamahta

  4. Pingback: Ternak Lele menggunakan Maggot BSF - Lausamahta

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *